Puisi kerinduan

Cemburu

Jangan khawatir, sayang

Aku tak akan menyunting bulan

Meski purnama menggoda

Jangan takut, sayang

Aku tidak akan menikahi pelangi

Meski bidadari menari

Hatiku telah tertambat di bumi

Mencumbu gunung

Memagut bukit


Sendiri

Hening menyapa kamar

Sunyi merambat samar

Tak ada ocehan sasa

Tak ada rengekan bunga

Tak ada tangisan dinda

Tak ada rayuan ibunya

Janji setia

Mentari,

Aku menggantungkan asaku padamu

Menautkan kerinduan yang terentang jarak

Menentrankan hati yang terpisahkan masa

Jangan berhenti bersinar, mentariku

Sampaikanlah setiaku padanya

Aku janji, mentari

Aku takkan berpaling


Pengaduan I

Telah aku tuliskan keluh-kesahmu

Dalam lembaran asa yang kurapikan tiap pagi

Tak perlu menangis

Sebab tangis tak mengiris takdir

Tak perlu meratap

Sebab ratap tak menatap harap

Telah aku goreskan sedu-sedanmu

Dalam helaian harap yang kubentangkan tiap malam

Tak perlu meradang

Sebab radang tak menghadang zaman

Tak perlu merintih

Sebab rintih hanya membuat pedih

Bersabarlah

Sebab cinta menunggumu di Surga


Pengaduan II

Sebasah apa pun kau mengeluh

Hatiku tak kan luluh

Sesayat apa pun kau menghiba

Rasaku takkan berubah

Jalanmu adalah masa lalu

Kebahagiaan yang semu selalu

Takdirmu tergores sudah

Bersama langkah yang lelah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: