PENDIDIKAN TRANSFORMATIF

PENDIDIKAN TRANSFORMATIF DALAM KEGIATAN MENDENGARKAN CERITA

Dampak dari suatu pembelajaran bisa berupa instructional effect, bisa juga nurture effect. Mayoritas guru hanya memikirkan instructional effect. Bagaimana agar siswa menguasai materi yang sedang dipelajari. Hal itu benar. Akan tetapi ada yang jauh lebih penting dari itu yaitu efek jangka panjang akibat dari pembelajaran yang telah dilakukan. Efek inilah yang sangat berguna bagi siswa dalam menghadapi dan mengatasi masalah dalam kehidupan.

Tulisan berikut ini adalah sebuah program pembelajaran yang mencoba menumbuhkan efek jangka panjang melalui kegiatan mendengarkan dongeng. Efek instruksionalnya adalah para siswa mampu memahami dongeng yang diperdengarkan dan mengaitkannya dengan realitas sosial. Akan tetapi, Sebuah dongeng yang diperdengarkan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang keadaan di sekelilingnya misalnya tentang kecerdasan.

Penjabaran kegiatan yang dituangkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengadopsi panduan Belajar-Mengajar dari Evelyn Williams English (2005) dan Teknik Impact-nya Danie Beaulieu (2008). Pada bagian berikutnya saya menjelaskan langkah-langkah dalam RPP dalam sudut pandang Pedagogik tranformasi beserta aspek-aspeknya.

  1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Sekolah

: SMP

Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Kelas /Semester

: VII/1

Standar Kompetensi

5. Mengapresiasi dongeng yang diperdengarkan.

Kompetensi Dasar

    1. Menunjukkan relevansi isi dongeng yang diperdengarkan dengan situasi sekarang.

Indikator

: Mampu merelevansi isi dongeng dengan situasi sekarang.

Alokasi Waktu

: 2 X 40 menit ( 1 pertemuan)

Tujuan

  • Mempelajari, melatih, dan mengembangkan keterampilan untuk mendengar dan berpikir kritis

Apa yang Diperlukan

  • Cerita-cerita yang dipilih guru

Kegiatan Awal

  1. Pembuka Metakognitif

Mintalah para siswa untuk memikirkan apa yang membuat seseorang bisa menceritakan suatu lelucon atau cerita dengan baik. Jelaskan bahwa berabad-abad yang lalu, sebelum buku, TV, atau surat kabar berkembang, orang-orang berkumpul untuk mendengarkan pendongeng menceritakan suatu cerita. Perhatikan bahwa dengan dongeng/cerita, orang-orang bijak menyampaikan pesan kepada masyarakat. Banyak pelajaran/ hikmah yang bisa didapatkan dari sebuah dongeng yang diceritakan.

  1. Teknik Impact Laptop

Teknik ini memberikan kesadaran kepada siswa untuk melatih memorinya agar berfungsi dengan baik. Otak mereka tidak akan berfungsi dengan optimal jika tidak diprogram dan dijalankan dengan baik seperti Laptop yang canggih tetapi dipegang oleh orang yang tidak paham fungsi laptop.

  • Alat yang diperlukan: Laptop

Bayangkan siswa membeli Laptop yang paling canggih. Mereka simpan di rumah, berharap dapat memberikan segala kemudahan bagi kita, misalnya menuliskan surat. Akan tetapi, mereka tidak memiliki petunjuk penggunaannya dan tidak apapun tentang laptop. Mereka malah menyimpannya di dapur, memegangnya, mengelusnya, mungkin juga menendangnya mengingat laptop harga laptop yang mahal. Hal ini tidak ada bedanya dengan otak. Otak kita lebih canggih dari komputer paling canggih di mana pun. Tapi kebanyakan dari kita tidak menggunakannya, seperti halnya laptop yang tidak digunakan, malah disimpan di dapur.

Perumpaan di atas akan memberikan kesadaran bahwa manusia diberi anugerah yang paling besar yaitu akal.

Kegiatan Inti

  1. Sampaikan beberapa cerita yang memberikan kesadaran siswa tentang pentingnya akal dalam kehidupan. Cerita yang disampaikan bisa cerita humor misalnya.

    Teliti donk
    Ada seorang Dokter senior dijuluki Dr.fear factor, karena setiap memberi pelajaran pada para calon dokter selalu menggunakan organ jantung busuk lengkap dengan belatung (Serem!!!)

    Dokter : Pelajaran pertama, Seorang DOKTER TIDAK BOLEH JIJIK!
    Lalu dokter mengaduk-ngaduk jantung tersebut dengan jarinya, kemudian menjilati jarinya. Langsung deh separuh calon dokter yang ikut pelajaran itu pada muntah.

    Dokter : Nah sekarang, semuanya lakukan seperti yang saya lakukan tadi! dengan terpaksa para calon dokter melakukannya dan semuanya muntah karena tidak tahan.

    Dokter : Sekarang, pelajaran kedua, Seorang DOKTER HARUS TELITI! Perhatikan, tadi yang saya gunakan mengaduk-ngaduk jantung adalah jari TELUNJUK, sedangkan yang saya jilati adalah jari TENGAH!

    Calon Dokter : @#&^%$&*…

    Obat aneh
    Pasien : Dok, tolonglah sembuhkan penyakit saya. Saya sering berjalan di waktu tidur.

    Dokter : Ini kotak yang bisa menyelesaikan persoalanmu. Setiap malam, ketika Anda sudah bersiap untuk tidur keluarkan isi kotak itu dan taburkan di lantai sekeliling tempat tidurmu.

    Pasien : Kotak apa ini, Dok? apakah sejenis serbuk penenang?

    Dokter : Bukan. Ini kotak paku payung.

  2. Diskusikan unsur kecerdasan dokter yang terdapat dalam dua cerita humor tadi.

  3. Siswa menyimak sebuah cerita berjudul Lomba Terbang. Cerita ini mengisahkan perlombaan terbang untuk menentukan siapa yang akan menjadi raja burung dan bagaimana seekor burung yang cerdik memperdaya semua burung.

Lomba Terbang

Ratusan tahun yang lalu, burung-burung berkumpul dan memutuskan mereka harus mempunyai raja. Singa adalah raja hewan yang berjalan di tanah, tetapi buurng ingin mempunyai raja sendiri yang menguasai langit. Kemudian burung menemui Singa dan memintanya untuk memanggil semua burung untuk mengeadakan sebuah pertemuan.

Wakil semua burung berkumpul, dan memutuskan siapa yang akan menjadi raja. Singa menanyakan cara para burung memilih siapa yang akan menjadi raja. Para burung berpikir, tetapi mereka tidak menemukan cara yang tepat. Sebenarnya burung Elang ingin mengusulkan bahwa raja burung harus mempunyai kemampuan terbang tinggi. Elang sadar, bahwa dialah burung yang dapat terbang paling tinggi. Akan tetapi, ia tidak mau jika burung lain berpikir bahwa dia sendiri yang ingin menjadi raja. Kunibre mengatakan seharusnya yang menjadi raja adalah dirinya karena meskipun tubuhnya kecil, ia sangat cerdik.

Burung bulbul berkata,” Saya menguslkan sebuah perlombaan bernyanyi, tetapi sayalah burung penyanyi terbaik. Jika bernyanyi menjadi persyaratan, sayalah yang menjadi raja. Kita memerlukan sebuah cara yang adil untuk mengadakan perlombaan ini. Karena Tuhan menganugerahkan kita sayap, maka saya menguslkan bahwa burung yang terbang paling tinggilah yang patut menjadi aja.” Mendengar usul itu, si Elang sangat senang. Ia tahu bahwa dirinyalah yang dapat terbang paling tinggi. Ia berkata, ”Ya, saya piker cara itu yang paling baik.”

Burung Kunibre melompat dan berkata, “Ya, saya piker cara ini sangat baik. Siapa pun yang terbang paling tinggi harus menjadi Raja.” Kemudian, dengan gerak cepat dan diam-diam, burung Kunibre terbang ke punggung Elang, tetapi Elang tidak menyadarinya. Burung Kunibre sangat ringan, sehingga Elang tidak tahu bahwa burung tersebut ada di punggungnya ketika ia terbang tinggi dan tinggi ke langit.

Ketika semua burung mendarat, mereka berkata, “Karena Elang terbang tertinggi, dialah menjadi raja kita.” Kemudian mereka melihat burung Kunibre di atas punggung Elang. Mereka pun berkata, “Tidak, Kunibre terbang paling tinggi. Kunibre, burung yang paling cerdik, kita nobatkan sebagai Raja kita.”

  1. Mintalah siswa untuk menirukan gerakan burung yang sedang terbang, suara singa yang berwibawa, suara elang yang sombong, suara Kunibre yang kecil tapi percaya diri.

  2. Sampaikan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk didiskusikan di dalam kelas.

  • Mengapa Elang tidak mau mengatakan bahwa dialah yang ingin menjadi raja burung?

  • Menurutmu, apakah burung Bulbul ingin menjadi raja? Mengapa?

  • Apakah kamu pernah mempunyai ide sebaik yang dimiliki orang dewasa di dalam keluarga kamu? Apakah itu?

  1. Diskusikan dengan siswa bagaimana kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin. Mengapa ijazah menjadi salah satu syarat dalam setiap pemilihan pemimpin?

  2. Memenuhi Kebutuhan Siswa yang Beragam, lakukan kegiatan berikut.

  • Kecerdasan Visual

  • Ingat kembali burung-burung yang terdapat di dalam cerita (Kunibre, Elang, dan Bulbul)

  • Tuliskan nama-nama burung atau gambarkan burung-burung tersebut di kertas atau poster.

  • Mintalah para siswa menuliskan nama jenis burung lainnya. Apakah ada di antara burung-burung yang pantas menjadi raja?

  • Kecerdasan Interpersonal dan Intrapersonal

  • Tuliskan dalam selembar kertas nama sendiri dan hal-hal yang menurut siswa sebagai kelebihannya sendiri.

  • Tukarkan kertas yang telah diisi sendiri dengan teman sekelas.

  • Siswa menuliskan kelebihan temannya berdasarkan penilaiannya dalam kertas yang dipegangnya. Kertas tersebut kemudian diestafetkan kepada siswa yang lainnya yang kemudian menuliskan hal-hal positif dari teman pemilik kertas tersebut.

  • Kertas dikembalikan kepada pemiliknya kemudian dibaca dengan keras.

Refleksi

  • Minta kepada siswa untuk mencari dan mendengarkan beberapa cerita yang menonjolkan kecerdasan para tokohnya untuk menyelesaikan masalah seperti cerita Abunawas. Tuliskan dalam buku pekerjaan rumahnya tindakan cerdas apa saja yang dilakukan sang tokoh dan perlu ditiru siswa untuk mengatasi masalahnya.

  1. Jabaran Program Transformasi Kecerdasan melalui Pembelajaran Mendongeng

Dalam paradigm transformatif, pendidikan membuka wawasan dan cakrawala dengan menciptakan ruang bagi peserta didik untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara bebas dan kritis diri dan struktur dunianya. Teknik yang dapat ditempuh untuk membuka wawasan di antaranya melalui cerita. Bercerita dapat digunakan untuk membantu pemcahan sebuah masalah. Hal ini seperti diungkapkan VanGundy (2005).

Although modern technology has diminished its importance, story telling still has the potential to help solve problem. Stories from the past can help suggest idea for today’s problem. Create a story and we create a stimuli that can trigger new thought and concept. The richer and elaborate our stories, the richer and more elaborate the stimuli. (VanGundy, 2005:184)

Bagi anak-anak kelas 7 SMP, kegiatan mendengarkan cerita atau dongeng masih merupakan kegiatan yang mengasyikan. Itulah sebabnya Kompetensi dasar mendengarkan cerita dimasukkan di kelas 7. Kegiatan mendengarkan cerita tidak hanya memahami isi cerita, tetapi bagaimana mendapatkan hikmah dari cerita tersebut. Memberikan pelajaran dan nasihat melalui cerita adalah cara mendidik yang bijak dan cerdas. Mendidik dan menasihati anak melalui cerita memberikan efek pemuasan terhadap kebutuhan akan imajinasi dan fantasi. (Musfiroh, 2008:19).

Kegiatan pembelajaran mendengarkan cerita yang diuraikan pada bagian A dikembangkan dengan paradigm pendidikan transformatif atau pendidikan kritis. Aspek-aspek yang menunjukkan transformasi diuraikan sebagai berikut.

  1. Fasilitas fisik

Dalam RPP di atas dijelaskan bahwa fasilitas fisik berupa sarana dan prasara yang digunakan adalah laptop, kertas, dan alat gambar. Semua fasilitas tersebut digunakan untuk mencapai tujuan. Laptop digunakan untuk memvisualkan otak siswa. Laptop yang paling canggih pun tidak akan berguna apabila tidak pernah digunakan karena tidak tahu menggunakannya. Kesadaran ini dibangun di awal kegiatan agar para siswa berkonsentrasi mengikuti kegiatan belajar mengajar seolah-olah sedang menggunakan laptopnya. Kertas digunakan untuk menumbuhkan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal. Dengan menuliskan kelebihannya sendiri, para siswa akan merefleksi dan mengintrsopeksi dirinya, hal apa yang bisa dibanggakan dari dirinya. Kegiatan ini dikaitkan dengan cerita ketika para burung mengungkapkan kelebihannya masing-masing. Kemudian, ketika akan menuliskan penilainnya terhadap hal positif dari temannya, menumbuhkan rasa saling menghargai dan menyayangi sesame teman. Ketika siswa membacakan penilaian positif teman terhadap dirinya, akan muncul kebanggan dan penghargaan.

  1. Eksposure: Realitas sosial

Realitas sosial yang dimunculkan dalam kegiatan ini ada beberapa hal. Pertama, sebagai manusia, kita dituntut untuk menggunakan otak (akal) kita untuk menyelesaikan masalah. Kecerdasan yang dimiliki siswa harus bisa digunakan untuk mengatasi setiap masalah yang dihadapi. Kedua, dongeng yang disampaikan dalam kegiatan ini berhubungan dengan realitas sosial pemilihan kepemimpinan. Apalagi sebentar lagi masyarakat Indonesia melaksanakan pemilihan umum 2009. Banyaknya kandidat presiden yang mengungkapkan kelebihannya masing-masing dapat disikapi siswa dengan bijaksana.

  1. Kesempatan : Waktu dan dorongan

Kegiatan dalam RPP di atas memberikan kesempatan yang luas kepada siswa untuk belajar. Pada awal pembelajaran, siswa sudah diberi pembuka metakognitif. “Metacognition refers to one’s knowledge concerning one’s own cognitive processes and products or anything related to them. Metacognition refers, among other things, to the active monitoring and consequent regulation and orchestration of these processes . . . usually in the service of some concrete goal or objective” (Moseley, 2005:13). Secara singkat, metakognitif adalah berpikir tentang berpikir. Untuk membuka metakognitif siswa, guru melakukan kegiatan atau pembicaraan untuk menyiapkan diri siswa melakukan aktivitas atau untuk berpikir secara kritis mengenai tujuan dari aktivitas itu.

  1. Psikologis dan Kemerdekaan

Teori psikologi yang banyak digunakan adalah teori Multiple Intellegence-nya Howard Garner dan Kognitivisme. Pengembangan metakognitif dalam langkah awal menunjukkan teori tersebut.

  1. Rambu-rambu

Langkah-langkah yang disusun dalam RPP diuraikan dengan jelas sehingga dengan mudah dilaksanakan. Setiap kegiatan menunjukkan bimbingan guru terhadap siswa. Scaffolding terlihat pada kegiatan pengembangan intrapersonal dan interpersonal.

  1. Bekal dan Kecenderungan

Kecerdasan yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar ini adalah kecerdasan verbal-linguistik. Aspek utama dari kecerdasan ini adalah komunikasi melalui membaca, menulis, mendengar, dan berbicara. Di ruang kelas, kecerdasan Verbal dirangsang melalui kegiatan bercerita, berdebat, berpidato, dan bersandiwara. Untuk mengaktifkan kecerdasan verbal, guru mendorong siswa menghubungkan berbagai pengalaman pada masa lalu dengan pengetahuan baru.

Selain kecerdasan verbal, aktivitas ini juga mengembangkan kecerdasan beragam. Hal ini terlihat dalam kegiatan Memenuhi Kebutuhan Siswa yang Beragam. Kecerdasan intrapersonal dan interpersonal dikembangkan dengan melakukan penilaian diri sendiri dan teman.

Aktivitas juga memperhatikan tiga gaya belajar VAK (Visual, Audio, Kinesik). Kegiatan mendengarkan cerita untuk gaya Audio, menggambar burung untuk visual dan menirukan gerakan dalam cerita untuk kisesik)

  1. Kekayaan Materi

Program yang dikembangkan dalam aktivitas ini kaya dengan teori. Teori kecerdasan ganda diterapkan dalam strategi yang dikembangkan Evelyn Williams English (2005). Panduan tersebut kemudian diadopsi dalam RPP ini. Teknik Impact diadopsi dari Danie Beaulieu (2004). Dari buku Dominic O’Brien –seorang yang memiliki memory yang sangat baik – ditemukan teori pengembangan memori melalui simbol computer/ laptop. Tentang hubungan kecerdasan (IQ) dengan memori, ia menulis

‘”Everything I have done could be equally achieved by anyone who is prepared to train their memory. I didn’t excel at school. Far from it. I got eight mediocre 0 levels and dropped out before taking any A levels. I couldn’t concentrate in class and I wasn’t an avid reader. At one point, my teachers thought I was dyslexic. I was certainly no child prodigy. However, training my memory has made me more switched on, mentally alert, and observant than I ever was. (O’Brien, 1993:8)

DAFTAR PUSTAKA

Beaulieu, Danie. 2008. Teknik-Teknik yang Berpengaruh di Ruang Kelas. Jakarta: Indeks

DePorter, Bobbi & Reardon, Mark. 2008. Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-Ruang Kelas. Cet. XXII. Bandung: Kaifa

English, Evelyn Williams. 2005. Mengajar dengan Empati. Bandung: Penerbit Nuansa

Matlin, Margareth W. 1994. Cognition. Third Edition. Orlando: Holt, Rinehart and Winston, Inc

Moseley, David, dkk. 2005. Framework for Thinking: A Handbook for Tcaching and Learning. Cambridge: Cambridge University Press

Musfiroh, Tadkiroatun. 2008. Memilih, Menyusun, dan Menyajikan Cerita untuk Anak Usia Dini. Yogyakarta: Tiara Wacana

O’Brian, Dominic. 1993. How to Develop Perfect Memory. London: Pavilion

Raines, Shirley & Isbell, Rebecca. 2002. The Values Book for Children: 17 Cerita Moral & Aktivitas Anak. Jakarta : PT Elex Media Komputindo

VanGundy, Arthur B. 2005. 101 Activities for Teaching Creativity and Problem Solving. San Fransisco: Pfeiffer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: